Benarkah Kita Cerdas?

Oleh Herry Nurdi
Inilah sekelumit kisah tentang seorang Khalid bin Walid. Setelah Perang Uhud, Rasulullah sering berkirim salam kepada Khalid bin Walid. Tahukah antum semua, peran Khalid bin Walid saat Perang Uhud? Saat dia masih musyrik. Saat dia masih menjadi panglima kaum Quraisy.
Khalid lah yang menyerbu Rasulullah, hingga pasukan kaum Muslimin mengalami musibah, dan Rasulullah terluka parah bahkan dikabarkan terbunuh di medan laga. Itulah yang dilahirkan Khalid, peristiwa yang sangat genting dan berbahaya. Tapi setelah itu, justru Rasulullah sering berkirim salam kepada Khalid bin Walid.
“Sampaikan salamku pada Khalid. Aku heran, orang sepandai dan sebijak dia, mengapa membuang waktu dan tidak mencari kebenaran,” ujar Rasulullah.
Sekali waktu, beliau berkirim lagi salam untuk Khalid bin Walid. “Sampaikan salamku pada Khalid, perlu berapa lama waktu sampai dia mencari tahu tentang kebenaran dan kebaikan?”
Di lain waktu, Rasulullah mengulangi lagi salam untuk Khalid bin Walid. “Sampaikan salamku pada Khalin bin Walid, orang sepandai dia semestinya tidak perlu lama untuk mengenali kebenaran dan kebaikan.”
Khalid yang dikirimi salam bertubi-tubi akhirnya penasaran dan penuh pertanyaan. Setelah apa yang dilakukannya, Rasulullah justru berkirim salam sambil melontarkan pertanyaan di balik pujian pada diri sebagai orang yang pandai dan berakal.
Sekali waktu Khalid menyamar ke Madinah, dan di tengah perjalanan dia melihat dan bertemu Bilal bin Rabah sedang berdakwah di tengah-tengah petani. Lalu Khalid membatin, Bilal yang budak itu bisa sebijak ini. Bilal yang dulu dipandang rendah itu, sekarang mampu menyampaikan ayat-ayat Allah yang indah. Khalid bin Walid terkagum-kagum.
Tapi rupanya penyamaran Khalid ini diketahui oleh Sayyidina Ali bin Abi Thalib yang cermat. Dan setelah dibuka penutup kepalanya, alangkah terkejut yang berada di balik penutup kepala itu adalah Khalid bin Walid yang perkasa di Medan Uhud. Segera Sayyidina Ali menyampaikan hal ini kepada Rasulullah Saw.
Dan respon Rasulullah sungguh luar biasa. Beliau langsung membentangkan surban hijaunya sambil tersenyum ceria dan berkata, “Sudah aku tunggu-tunggu saat ini!”
Singkat cerita, Khalid bin Walid pun bersyadahat di atas surban hijau Rasulullah. Lalu beriman sampai akhir hayatnya. Dan disambut dengan seruan takbir seluruh kaum Muslimin.
Sahabat semua, kisah ini kami sampaikan agar kita menghemat waktu, cermat menggunakan, dan tepat memanfaatkan. Sebab kita semua adalah orang-orang diciptakan sebagai makhluk cerdas, dan insya Allah mampu mengenali kebenaran dan kebaikan.
Jangan membuang waktu dengan teori dan berbagai pemikiran manusia yang berkembang. Jangan menyia-nyiakan waktu dengan berbagai konsep yang mengajukan tesis dan anti tesis tiada akhir. Bukan tidak boleh mempelajari itu semua. silakan untuk memperkaya pemikiran dan mematangkan proses. Tapi sampai kapan kita tidak mendekatkan diri pada Al Quran?
Padahal Allah telah memanggil dengan terang, kebenaran itu hanya datang dari Allah, dan janganlah ragu untuk mengikutinya. Lalu pertanyaannya, apa yang membuat kita masih menunda-nunda untuk mengikuti kebenaran yang sudah seterang matahari? Apakah benar kita seorang yang cerdas jika terang-terang kita mengabaikan kebenaran yang ada di depan mata? (*)

 

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *